Pentingin Dhuha

Sekedar ngingetin bagi yang masih belum dhuha di pagi hari, dhuha dulu ya, sempetin. Sunnahnya, sunnah mu-akkadah. Sunnah yang teramat penting. Atas semua yang Allah berikan, mustinya kita bayar. Bahkan terhadap seluruh sendi di tubuh kita, ada hitungan bayarannya. Yang kalau bayar, ga akan mampu kita bayar. Nah, bayarannya itu dicukupkan Allah dengan 2 rokaat saja setiap paginya. Itu karena Kebaikan dan Kemurahan Allah. Karunia-Nya cukup dibayar saja dengan 2 rokaat. Tapi sayang, kita terlalu pelit.

Sebenernya, “bayar” Allah dengan 2 rokaat itu saja, udah ngga sopan banget-banget ya. Masa bayarnya pas2an? Ga malu apah? Harusnya kan malu. Mbok ya dilebihin. Tambahin kek 2 rokaat. Supaya Allah ngga anggep kita puelit buanget gitu loh. Dan menurut saya, apalagi kalo ngga dhuha, wuah itu namanya kebangetan. Dzolim, Dzolim sama Allah yang dah begitu baik.

Hitung deh tuh, hutang kita kepada Allah. 2 rokaat setiap hari, dikali berapa lama kita ngga sholat dhuha. Ampun dah jumlahnya. Betul, dhuha ga wajib. Melainkan Sunnah. Tapi yang ngomong begitu, kayaknya suka ngentengin sunnah. Jauh dari berkah tuh.

Mungkin kaya, mungkin seneng, mungkin sedang bahagia2nya, sebab berlimpah. Tapi berkah, ngga ada. Sebab ngga dhuha. Jangan ngentengin sunnah ya. Sebab nanti jadinya ngentengin Rasul-Nya loh. Kalo Allah ngentengin kita? Gimana? Repot dah.

Ayo ajak-ajakin orang dhuha. Dengan cara-cara yang elegant, simpatik. Kasih contoh, dan story-telling tentang keberkahan dhuha. Untuk nutup hutang dhuha kita juga. Kalo yg kita ajak dhuha, melaksanakan dhuha. Misalnya 2 rokaat. Maka setiap dia dhuha, kita dapat deh bagiannya. Kalau anda punya “kekuasaan”, misalnya kepala sekolah, majikan, bos, pimpinan, kepala daerah, ya “wajibkan” saja dhuha. Buat nutup hutang ayah ibunya juga, he he. Sebab kan ngalir pahala ke ayah ibu. Dan ketika anda punya perusahaan, niatkan “mewajibkan” dhuha ke karyawan. Punya kekuasaan, ya pake kekuasaan itu. Asal halus paksaannya. Asal ada tarbiyyah (pendidikan) nya. Maka insyaAllah akan jadi kebaikan.

Jadi, si pengusaha, dapat bukan hanya keuntungan dunia, tapi juga dapat pahala dhuhanya karyawan-karyawan. Kalo perlu, suruh dhuha tuh tamu-tamunya.🙂

Sesibuk apapun jangan lupa sama Rasul, hingga tidak ada satu hari yang terlewati tanpa sholawat, tanpa dhuha, tanpa qobliyah ba’diyah, tanpa tahajjud.

One thought on “Pentingin Dhuha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s